Tanaman hias penutup tanah atau ground cover adalah elemen penting dalam desain taman modern.Tanaman ini berfungsi menutupi area kosong di permukaan tanah, menjaga kelembapan, mencegah erosi, serta memberikan kesan taman yang rapi, sejuk, dan alami.
Berbeda dari rumput biasa, tanaman ground cover memiliki bentuk dan warna daun yang bervariasi mulai dari hijau, ungu, hingga merah muda menjadikannya pilihan ideal bagi kamu yang ingin taman tampil lebih hidup dan berkarakter.
Bagi kamu yang sedang menata taman rumah, area publik, atau taman komersial di Medan, penggunaan tanaman hias penutup tanah dapat mempercantik lanskap sekaligus menekan biaya perawatan.
Tanaman penutup tanah adalah tanaman berkayu maupun tanaman sukulen yang pertumbuhannya memiliki banyak ranting dan daun.
Menjalar atau menghasilkan banyak anakan atau beumpun sehingga secara alami dapat menutup permukaan tanah, dengan tinggi kurang dari 0.5m.
Jenis-jenis tanaman berdaun indah tipe penutup tanah (ground cover) yang akan dibahas dalam artikel ini antara lain:
1. Adiantum venustum

Sebagai tanaman display dibawah naungan pohon atau bangunan. Selain itu digunakan sebagai tanaman pemberi vocal point pada teras dan lobi bangunan.
Penyiraman dan pemupukan diupayakan tidak terkena pada daun agar tidak menimbilkan busuk daun. Adiantum venustum sering disebut sebagai suplir atau pakis rambut gadis.
Di beberapa daerah, tanaman ini juga dikenal sebagai Himalayan maidenhair (karena asalnya dari Himalaya), Black Hansraj (di India), atau paku kelor.
2. Aerva sanguinolenta

Tanaman ini sangat popular dalam penggunaan di taman karena memiliki warna yang mencolok. Selain itu, biasa digunakan sebagai tanaman border atau ditanam secara masal sebagai tanaman display.Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman vertical garden. Aerva sanguinolenta sering disebut sebagai sambang colok atau bayam merah.
Tanaman ini juga dikenal dengan nama sambang colok, sablo laut/aerva dan di beberapa wilayah juga disebut bayam merah.
3. Aglaonema commutatum

Tanaman ini biasa digunakan sebagai tanaman display dibawah naungan pohon atau bangunan. Selain itu digunakan sebagai tanaman indoor garden/pot.
Aglaonema commutatum juga disebut sebagai cemara Cina, tanaman panah beracun (karena racun di getahnya), dan secara umum dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Sri Rejeki.
4. Alternantera ficoidea

Tanaman ini ditanam massal sebagai display untuk keindahan dalam taman.
Alternanthera ficoidea sering disebut sebagai kriminil, krokot atau keremak di Indonesia, dan juga dikenal dengan nama umum lain seperti mantel Joseph, daun Parrot, tanaman kaliko, atau bayem karena warnanya yang sering kali merah atau cerah.
Nama-nama ini digunakan tergantung pada variasi warna dan lokasi geografis, dengan kriminil dan keremak menjadi sebutan yang paling umum digunakan di Indonesia.
5. Anthurium jenmanii

Tanaman ini digunakan sebagai tanaman hias pot yang diletakkan pada teras rumah atau pada lobi kantor/hotel.
Anthurium jenmanii sering disebut sebagai anturium sarang burung atau anturium ekor karena bentuk daunnya yang tebal, kokoh, dan mengkilap yang membentuk roset seperti sarang burung.
Selain itu, ada juga sebutan lain yang berasal dari bentuk daunnya yang melengkung, yaitu keris merah atau keris hitam.
6. Aphelandra squarrosa

Apabila tanaman ini sudah tinggi dapat dipangkas ekstreme agar muncul banyak ranting baru dengan daun yang rimbun.
Aphelandra squarrosa sering disebut sebagai tanaman zebra atau daun zebra karena pola urat putihnya yang menyerupai belang zebra pada daunnya yang hijau tua.
7. Arachis pintoi

Tanaman ini biasanya digunakan sebagai lantai pasif pada taman. Selain itu, sebagai konservasi tanah dan mengurangi erosi.
Kemudian digunakan sebagai tanaman display yang dikombinasikan dengan tanaman lain sehingga memberikan keindahan.
Tanaman dapat menyuburkan tanah karena dapat memfiksasikan nitrogen dari alam.
Arachis pintoi sering disebut sebagai kacang pinto, kacang hias, atau kacang landep.
Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan lain seperti kacang hijau atau maní forrajero (kacang pakan) dan berfungsi sebagai tanaman pakan ternak, penutup tanah, atau tanaman hias.
8. Begonia rex

Tanaman ini ditanam sebagai tanaman pot.
Begonia rex sering disebut sebagai begonia raja atau begonia daun lukis karena dedaunannya yang berwarna-warni dan bertekstur menarik.
Nama umum lainnya yang sering digunakan adalah begonia daun hias atau begonia daun perak (terutama untuk varietas tertentu).
9. Bromelia sp

Tanaman ini disusun secara berkelompok sebagai pemberi vocal point atau aksen pada taman.
Bromelia sp sering disebut sebagai tanaman udara atau bromeliad, dan famili ini sangat beragam sehingga mencakup nanas, lumut Spanyol, dan jenis-jenis lain dengan nama khusus seperti “tanaman guci” (Aechmea) atau “pedang menyala” (Vriesea).
10. Caladium spp

Tanaman hias pekarangan dan taman ditanam secara berkelompok dapat juga diposisikan sebagai point of interest.
Caladium spp. sering disebut sebagai keladi hias.
Nama umum lainnya termasuk telinga gajah (bersama dengan genus lain seperti Alocasia dan Colocasia), dan sayap malaikat.
Semua bagian keladi beracun dan tidak boleh dikonsumsi.
11. Chlorophytum amaniense

Tanaman ini sebagai tanaman border, tanaan pot indoor dan elemen taman tropis.
Chlorophytum amaniense sering disebut sebagai Tanaman Mandarin, palisota atau Fire Flash.
Tanaman ini dikenal karena daunnya yang unik dengan warna hijau dan urat berwarna oranye cerah, serta mudah dirawat sebagai tanaman hias dalam ruangan.
12. Coleus blumei

Tanaman ini sebagai penutup tanah atau tanaman pembatas/border.
Coleus blumei sering disebut sebagai miyana, jelatang lukis, dan jawer kotok.
Tanaman ini populer sebagai tanaman hias karena dedaunannya yang berwarna-warni dan juga dikenal memiliki manfaat kesehatan, seperti untuk mengobati bisul.
Nama ilmiahnya juga sering diperbarui menjadi Plectranthus scutellarioides.
13. Cryptantus spp

Tanaman ini sebagai ground cover, vertical garden, taman mediteranian.
Memperbanyak tanaman dilakukan mematikan titik tumbuh pada indukannya sehingga merangsang untuk pembentukan anakan dan setelah itu tanaman induk akan mati.
Cryptanthus sp. sering disebut sebagai Bintang Bumi atau Earth Star karena bentuk daunnya yang tersusun rapat membentuk roset seperti bintang.
Nama “Bintang Bumi” juga berasal dari bahasa Yunani cryptos (tersembunyi) dan anthos (bunga), yang merujuk pada fakta bahwa bunganya yang kecil tersembunyi di tengah susunan daun yang menarik.
14. Ctenanthe tricolor

Tanaman ini digunakan untuk penutup tanah, tanaman pot indoor.
Ctenanthe tricolor sering disebut sebagai Tanaman Bambu Raja Tricolor, patat, daun nasi atau Tanaman Never-Never Tricolor, karena merupakan kultivar dari Ctenanthe oppenheimiana yang juga dikenal dengan nama-nama tersebut.
Nama “Tricolor” berasal dari warna daunnya yang khas, yaitu putih, hijau, dan merah muda.
15. Dianella tasmanica

Bisa digunakan sebagai tanaman border.
Dianella tasmanica sering disebut sebagai lili rami Tasman atau bunga lili rami Tasmania.
Nama umumnya juga flax lily Tasman atau Tasmanian flax-lily.
16. Duranta repes

Sering digunakan sebagai tanaman pembatas/tanaman pagar, tanaman pot, tanaman topiary.
Duranta repens sering disebut sebagai tetesan embun emas (golden dewdrop), pigeon berry, atau skyflower.
Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan nama sinyo nakal atau pangkas kuning.
Baca juga: Tanaman Pangkas Kuning (Sinyo Nakal): Rahasia di Balik Tren Taman yang Viral di Medsos